Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

bkpi@iainmadura.ac.id

Tingkatkan Kompetensi Calon Konselor, Mahasiswa BKPI UIN Madura Gelar Kuliah Lapangan di TK Inklusi

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi BKPI
  • Selasa, 9 Juni 2026
  • Dilihat 56 Kali
Bagikan ke

Tepat pada Selasa, 09 Juni 2026 pukul 8:00 WIB, Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI), angkatan 2023  kelas B melaksanakan kegiatan perkuliahan luar kelas di TK Muslimat NU VI, Desa Mondung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai penyelenggaraan pendidikan inklusi secara langsung di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diikuti oleh 44 Mahasiswa Progam Studi BKPI UIN Madura serta didukung oleh beberapa guru kelas, guru pendamping khusus (GPK), dan kepala sekolah yang turut ikut serta membantu kelancaran seluruh rangkaian acara.

Kegiatan pertama diawali dengan agenda penyambutan oleh Dr. Ismail Makki, M.Psi. selaku dosen pengampu Pendidikan Inklusi. Acara yang kedua, sambutan yang disampaikan oleh kepala Sekolah TK Muslimat NU VI, Ibu Zahratun Naimah. Perkuliahan luar kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam dan segenap pihak yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati berbagai aspek layanan pendidikan inklusi yang diterapkan di TK Muslimat NU VI. Guru Pendamping Khusus (GPK) memberikan penjelasan mengenai alur penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus, mulai dari pengisian formulir pendaftaran, asesmen awal, identifikasi kebutuhan khusus anak, hingga penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Tidak hanya mempelajari aspek administrasi dan asesmen, mahasiswa juga diajak melihat secara langsung fasilitas pendukung yang digunakan dalam layanan pendidikan inklusi. Berbagai sarana dan prasarana, seperti alat permainan edukatif dan media terapi, tersedia untuk membantu perkembangan kemampuan anak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya.

Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat menghubungkan teori yang dipelajari di bangku perkuliahan dengan praktik nyata di lapangan. Melalui observasi dan diskusi bersama Guru Pendamping Khusus, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya layanan pendidikan yang ramah, setara, dan inklusif bagi seluruh anak.

Perkuliahan luar kelas tersebut berlangsung dengan antusias dan interaktif. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait proses asesmen, penyusunan PPI, serta strategi pendampingan yang diterapkan kepada anak berkebutuhan khusus. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kompetensi calon konselor dan pendidik dalam memahami kebutuhan peserta didik yang beragam serta mendukung terwujudnya pendidikan inklusi yang berkualitas di Indonesia.