Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

bkpi@iainmadura.ac.id

Perkuliahan Luar Kelas di Pantai Jumiang, Tanamkan Empati dan Kepedulian untuk Membangun Generasi Anti-Bullying

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi BKPI
  • Jumat, 12 Juni 2026
  • Dilihat 27 Kali
Bagikan ke

Pamekasan, 12 Juni 2026 – Setelah sebelumnya mahasiswa kelas A melaksanakan perkuliahan luar kelas di Alun-alun kota Pamekasan dengan tema menumbuhkan empati, kali ini mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Kelas B menggelar kegiatan Perkuliahan Luar Kelas Mata Kuliah Praktikum Bimbingan Kelompok dengan mengusung tema “Menumbuhkan Empati dan Kepedulian: Membangun Generasi Anti-Bullying melalui Dinamika Kelompok.” Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 12 Juni 2026, bertempat di Pantai Jumiang, Pamekasan, dan diampu oleh dosen mata kuliah, Anna Aisa, M.Pd.

Perkuliahan luar kelas ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya empati dan kepedulian sebagai upaya pencegahan perilaku bullying di lingkungan pendidikan maupun masyarakat. Melalui pendekatan dinamika kelompok, mahasiswa diajak untuk memahami dampak bullying serta mengembangkan sikap saling menghargai dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai konsep bullying, meliputi pengertian, bentuk-bentuk bullying, faktor penyebab, serta dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti diskusi kelompok dan sesi tanya jawab yang berlangsung secara aktif dan interaktif. Dalam sesi tersebut, mahasiswa berbagi pandangan dan pengalaman mengenai fenomena bullying yang masih sering ditemukan di lingkungan sekitar.

Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan mempererat hubungan antarmahasiswa, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking dan berbagai aktivitas dinamika kelompok. Kegiatan ini tidak hanya membangun kekompakan, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, serta meningkatkan kepekaan sosial mahasiswa.

Pada akhir kegiatan, dosen pengampu Anna Aisa, M.Pd memberikan penguatan dan menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Beliau menekankan bahwa upaya pencegahan bullying harus dimulai dari diri sendiri dengan menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan sikap saling menghargai.

"Sebagai calon pendidik dan konselor, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengampanyekan budaya anti-bullying serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi semua," ujarnya.

Melalui perkuliahan luar kelas ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tentang bullying, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna melalui interaksi dan dinamika kelompok. Diharapkan kegiatan ini mampu membentuk generasi yang lebih peduli, empatik, serta memiliki komitmen dalam mencegah dan mengatasi perilaku bullying di berbagai lingkungan kehidupan.