Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

bkpi@iainmadura.ac.id

BKPI UIN Madura dan UNESA Gelar Kuliah Tamu Strategi Belajar Mandiri di Era AI

  • Diposting Oleh Admin Web Prodi BKPI
  • Selasa, 12 Mei 2026
  • Dilihat 71 Kali
Bagikan ke

Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) UIN Madura bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu bertema “Belajar Mengatur Diri: Strategi Self-Regulated Learning untuk Sukses Akademik” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa serta seluruh dosen Prodi BKPI UIN Madura. Kuliah tamu tersebut menjadi ruang akademik yang inspiratif dalam membahas strategi belajar mandiri di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin pesat.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari pihak penyelenggara yang menekankan pentingnya kemampuan mengatur diri dalam proses belajar mahasiswa masa kini. Dalam sambutannya, dijelaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI memberikan banyak kemudahan dalam memperoleh informasi, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru terhadap kemandirian berpikir mahasiswa. Oleh karena itu, kemampuan self-regulated learning (SRL) dipandang sebagai keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu belajar secara sadar, terarah, dan bertanggung jawab.

Pada sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa era AI telah mengubah cara mahasiswa belajar. Teknologi mampu membantu berbagai aktivitas akademik secara cepat, mulai dari mencari referensi hingga menyusun ide tulisan. Namun, mahasiswa juga diingatkan mengenai beberapa risiko tersembunyi, seperti cognitive offloading atau kebiasaan menyerahkan proses berpikir kepada teknologi, Google Effect yang membuat seseorang mudah lupa karena terlalu bergantung pada mesin pencari, hingga menurunnya kemampuan berpikir kritis secara mandiri. Penjelasan tersebut membuat peserta semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kemampuan berpikir manusia.

Selanjutnya, peserta dikenalkan pada konsep dasar Self-Regulated Learning yang terdiri atas tiga komponen utama, yaitu metakognisi, motivasi, dan perilaku belajar. Metakognisi dijelaskan sebagai kemampuan seseorang untuk menyadari dan mengontrol cara berpikirnya selama proses belajar. Motivasi berkaitan dengan kemampuan menjaga semangat dan ketekunan ketika menghadapi tantangan akademik. Sementara itu, perilaku belajar mencakup kedisiplinan dalam mengatur waktu, lingkungan belajar, serta kemampuan mencari bantuan atau sumber belajar yang tepat.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai tiga fase utama dalam siklus SRL, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, mahasiswa diajak menentukan target belajar yang spesifik serta strategi yang akan digunakan. Tahap pelaksanaan menekankan pentingnya menjaga fokus dan melakukan monitoring terhadap perkembangan belajar secara berkala. Adapun tahap refleksi bertujuan mengevaluasi hasil belajar, mengenali keberhasilan, serta memperbaiki kekurangan untuk proses belajar berikutnya. Penjelasan ini disampaikan secara sederhana dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta.

Narasumber juga menyoroti hasil riset terbaru yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kemampuan SRL yang baik mampu mengurangi ketergantungan negatif terhadap AI hingga lebih dari 50 persen. Dalam sesi tersebut disampaikan pesan penting bahwa teknologi seharusnya dijadikan sebagai “mitra kerja”, bukan “joki tugas”. Mahasiswa didorong untuk tetap aktif berpikir, menulis, dan mengambil keputusan sendiri, sementara AI dimanfaatkan sebagai alat bantu yang mendukung proses belajar secara sehat dan produktif.

Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan AI secara bijak dalam kegiatan akademik. AI dapat digunakan untuk membantu brainstorming ide, menyederhanakan konsep yang sulit dipahami, hingga memberikan umpan balik terhadap struktur tulisan. Namun, mahasiswa tetap harus berperan aktif dalam menyusun logika berpikir, memvalidasi informasi, dan mengambil keputusan akademik secara mandiri. Narasumber menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi aspek utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Kegiatan kuliah tamu berlangsung secara interaktif dan ditutup dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Mahasiswa terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait strategi belajar efektif di era digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi BKPI UIN Madura semakin memahami pentingnya kemampuan self-regulated learning dalam menghadapi tantangan akademik di masa depan. Kolaborasi antara Prodi BKPI UIN Madura dan Magister Psikologi UNESA ini juga menjadi bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan, inovatif, dan bermanfaat bagi pengembangan kompetensi mahasiswa di era teknologi modern.

Pewarta: Sri Rizqi Wahyuningrum