BKPI UIN Madura Masifkan Penjajakan Praktikum Integratif ke Sejumlah Pondok Pesantren
- Diposting Oleh Admin Web Prodi BKPI
- Senin, 13 April 2026
- Dilihat 42 Kali
Setelah sebelumnya merumuskan kerangka penguatan distingsi melalui matakuliah khas seperti asesmen problematika santri, teknik BK di pesantren, dan praktik BK di pesantren, kini tim Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Madura mengambil langkah konkret dengan terjun ke lapangan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui rangkaian kunjungan maraton ke berbagai pondok pesantren untuk mematangkan persiapan teknik praktikum integratif BK Pesantren melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang telah dirancang.
Dalam implementasi strategis ini, tim dosen BKPI melakukan dialog intensif dengan para pemangku kebijakan di pesantren untuk menyelaraskan kurikulum kampus dengan realitas kehidupan santri. Penjajakan ini bertujuan untuk memetakan dinamika psikososial dan spiritual yang unik dari setiap pondok pesantren, sehingga nantinya mahasiswa tidak hanya sekedar melakukan pengamatan, namun mampu terlibat langsung dalam praktik asesmen problematika santri secara presisi. Dengan menjadikan pesantren sebagai laboratorium nyata, prodi BKPI berupaya memastikan bahwa setiap intervensi Bimbingan dan Konseling yang dilakukan tetap menghormati tradisi dan nilai-nilai yang berlaku di lingkungan tersebut.
Salah satu titik krusial dalam rangkaian kunjungan ini adalah silaturahmi ke Pondok Pesantren Sumber Payung As-Syukri, Ganding, Sumenep. Di sana tim dosen BKPI diterima dengan hangat untuk mendiskusikan teknis pelaksanaan praktikum, mulai dari pangaturan waktu hingga jumlah mahasiswa yang akan diterjunkan. Silaturahmi ini menjadi sangat bermakna karena pihak pesantren memberikan ruang terbuka bagi inovasi layanan Bimbingan dan Konseling yang akan dibawa oleh mahasiwa.
Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Payung As-Syukri, H. Muhammad Jamaluddin, menaruh harapan besar agar mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program formalitas, melainkan mampu menerapkan prosedur pelayanan Bimbingan dan Konseling secara menyeluruh dan terperinci. Beliau berharap agar setiap tahapan layanan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan intervensi, hingga evaluasi dapat terdokumentasikan dengan baik sehingga menjadi bahan literasi dan ilmu baru bagi pengembangan internal pesantren ke depan. Selain itu, mengingat pesantren memiliki struktur otoritas berjenjang, pengasuh berharap proses intervensi nantinya bisa dilakukan secara kolaboratif, dimulai dari koordinasi dengan pengurus (santri senior) sebagai pendamping harian, ustadz/ustadzah sebagai pengawas edukatif, dan pengasuh pesantren sebagai otoritas tertinggi.
Lebih jauh, keterlibatan aktif mahasiswa dalam praktikum ini dirancang untuk mengasah kepekaan mereka dalam memahami dinamika kehidupan santri yang kompleks. Harapannya, melalui sinergi ini, mahasiswa BKPI dapat mengaplikasikan teknik Bimbingan dan Konseling dalam konteks pendidikan islam secara adaptif dan profesional. Proses ini sekaligus menegaskan komitmen prodi BKPI dalam mencetak lulusan yang unggul dalam kompetensi sekaligus spiritual.
Selain memastikan kesiapan teknis pelaksanaan praktikum bagi mahasiswa, rangkaian kunjungan ini juga menjadi momentum penguatan kerjasama kelembagaan yang lebih luas. Fokus utamanya tetap konsisten menciptakan kolaborasi berkelanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berakar pada nilai-nilai kepesantrenan.